Berkendara di jalan raya itu ibarat bermain strategi: selain fokus pada kecepatan dan arah, kita juga harus pintar memilih siapa “tetangga jalannya”. Ada kendaraan yang enak banget kalau kita berada di belakangnya—laju stabil, lampu sein jelas, dan pengemudinya santun. Tapi ada juga yang bikin kita geleng-geleng kepala: salah langkah sedikit, bisa repot urusannya. Nah, berikut 5 kendaraan yang sebaiknya jangan mau berada di belakangnya , versi Langit Biru : 1. Mobil Angkut Ayam Kalau kamu pernah berada di belakang mobil angkut ayam, pasti paham alasannya. Bukan cuma bau khas yang bikin “uji nyali pernapasan”, tapi bulu-bulu ayam juga bisa beterbangan, masuk ke helm, bahkan nempel di baju. Belum lagi kalau ada kotoran ayam yang jatuh di jalan. Dijamin perjalanan jadi kurang nikmat. Tips: Jaga jarak dan segera ambil jalur lain. Percayalah, udara segar itu mahal. 2. Mobil Angkut Material Konstruksi Truk penuh pasir, batu, atau kerikil sering kali jadi sumber “hujan batu gratis”. ...
Demonstrasi merupakan salah satu bentuk partisipasi masyarakat dalam menyampaikan aspirasi politik, sosial, dan ekonomi. Namun, dalam skala besar, aksi massa seringkali menimbulkan dampak lingkungan yang tidak dapat diabaikan, mulai dari pencemaran udara, timbulan sampah, kerusakan ruang terbuka hijau, hingga potensi pencemaran air. Situasi ini mendorong perlunya pendekatan integratif dalam melihat demonstrasi, bukan hanya dari sisi politik dan keamanan, tetapi juga dari perspektif lingkungan. Dampak Lingkungan dari Demonstrasi 1. Pencemaran Udara Pembakaran ban, sampah, dan material lain menjadi praktik umum dalam unjuk rasa. Studi World Health Organization (WHO, 2021) menyebutkan bahwa pembakaran ban menghasilkan partikel halus (PM2.5 dan PM10), karbon monoksida (CO), sulfur dioksida (SO₂), dan senyawa organik volatil (VOC) yang berbahaya bagi kesehatan pernapasan serta berkontribusi pada pemanasan global. Penggunaan gas air mata juga dapat meningkatkan konsentrasi polutan kimia,...