Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Poems

Kisahku

Inilah kisahku Tak henti mempersiapkan diri untuk hari itu Meski terguncang kenyataan yang terus mengganggu Namun, sekarang aku ingin tertidur agar hari ini lekas jadi masa lalu Inilah kisahku Tak berdaya ditikam waktu Negosiasi tak berlaku Banyak makna hidup yang ku tak tahu Inilah kisahku Terbiasa dalam kesedihan, luka hingga pilu Kali ini hanya mampu terdiam dan terpaku Menanti kebangkitan yang tak menentu

Badai

Aku adalah penyuka langit biru Namun sayang, saat aku melangkah cuaca selalu hujan Awan hitam nan pekat menutupi birumu Hanya goresan petir yang menjadi penghias dalam kesendirian Aku tahu tujuanmu hadir untuk menguji Seketika itu aku hanya bisa terdiam dan tangis pun ikut berkolaborasi Pada akhirnya langkahku sudah terbiasa dengan hujan ini Sekarang aku coba berlari mengejar cahaya yang menjadi mimpi Dinginnya semakin terasa ditubuhku Gemuruh dan kilauan petir menjadi perpaduan latar yang menarik Aku pun tak pernah tahu badai ini kapan akan berlalu Sesekali aku  berteriak memanggil mentari agar kembali terik Tangisku mulai terhenti dan tubuhku mulai terasa sakit Tapi semangatku bergelora menyelimuti perjuanganku  Aku yakin biru akan kembali mendominasi langit Dan kelak, pelangi akan menjadi pertanda pencapaianku

Ayah

Kali ini tentang ayah Yang mencintai keluarga dan tak pernah goyah Tak terhitung jarak yang sudah ia tempuh dalam suatu wilayah Demi keluarga ia rela bersusah payah

Ibu

Ibu, cinta kasihmu tak akan pernah ku lupa Belai lembut tanganmu yang selalu diselimuti rasa cinta Merawat dan membesarkan aku tanpa rasa putus asa Aku tau kau selalu berdoa, agar aku selalu bahagia Ibu, kini aku sudah dewasa Pahitnya hidup kini mulai ku rasa Teringat masa lalu yang telah kita lalui bersama Maafkanlah anakmu yang kerap membuatmu meneteskan air mata

Rindu

Teringat saat langit mulai kelabu Disertai perasaan rindu yang kian menggebu Terlintas kenangan indah yang tersimpan dalam kalbu Dan mulai bertanya, sedang apa kau disana wahai calon ibu?

Diana

 Hei Diana, apa kabar? Semoga kamu tetaplah bersabar Menantikan aku yang tak kunjung melamar Percayalah, kelak janur kuning kita akan berkibar Diana, saat ini aku sedang rindu Merindukan kita yang dulu Yang kemana pun berdua selalu Semoga ini cepatlah berlalu Diana, ku titipkan salam rinduku ini pada langit Yang selalu membersamaimu, dalam hidup yang kamu rasa manis maupun pahit Disini cinta kita layaknya Mentari yang tiap harinya selalu terbit Hingga tenggelam dalam rasa rindu yang kian menjepit Diana, kamulah sang putri Kehadiranmu sangatlah berarti Hanya kamu yang aku nanti Dan tak akan mungkin bisa terganti